Beranda > kata mutiara > Menilai Pementasan Drama

Menilai Pementasan Drama

Menilai Pementasan Drama
Pada Pelajaran 7 tentunya kalian telah belajar menulis naskah drama
berdasarkan peristiwa nyata, bukan? Naskah tersebut tentunya akan
menjadi lebih baik jika kalian perankan. Sebelum kalian memerankan suatu
lakon drama, terlebih dahulu kalian harus melatih kemampuan berakting.
Akting termasuk salah satu jenis keterampilan dan penguasaannya harus
melalui pelatihan.
Semua orang normal sebenarnya bisa menjadi aktor. Syaratnya, berniat
sungguh-sungguh dan mau berlatih. Latihan-latihan berikut ini dapat kalian
laksanakan untuk melatih kemampuan bermain drama.
1. Membaca Puisi
Calon aktor perlu membaca puisi dengan suara lantang di depan teman-
temannya. Manfaatnya, untuk melatih vokal supaya terbiasa melakukan
perubahan nada suara sebagai akibat adanya perubahan perasaan dalam
berbagai situasi. Perubahan nada suara akibat perubahan perasaan itu
tentu saja akan disertai perubahan ekspresi wajah. Mungkin dengan tidak
terasa akan disertai pula gerakan anggota tubuh terutama tangan.
Dengan cara begitu, calon aktor dapat mengekspresikan perasaan
tokoh yang akan dimainkannya melalui suara, ekspresi wajah, dan gerak-
gerik tubuh dengan penuh penghayatan. Selain itu, membaca puisi di muka
teman-teman juga berguna untuk membiasakan diri tampil di muka umum.

2. Menirukan Gerakan Binatang
Calon aktor menirukan gerakan khas macam-macam binatang. Bila menirukan
kera, gerakan anggota tubuhnya, ekspresi wajahnya, dan suaranya harus seperti
kera. Kalau membaca puisi mengutamakan latihan olah vokal, maka menirukan
binatang ini sasaran utamanya olah gerak. Olah gerak ini tentu sangat bermanfaat
bagi aktor untuk melakukan gerak-gerik (akting) di panggung memerankan tokoh
yang dipercayakan kepadanya.
3. Menirukan Gerakan Orang
Calon aktor mencoba menirukan orang yang sudah dikenalnya. Lebih baik lagi
kalau orang yang ditirukan itu juga sudah dikenal oleh teman-temannya. Kalau
temannya bisa menebak orang yang ditirukan, berarti cara menirukannya sudah
baik. Kemampuan menirukan ini amat penting, sebab apa yang dilakukan aktor di
panggung sebenarnya menirukan tokoh yang diperankannya.
4. Tertawa dan Menangis
Calon aktor mencoba tertawa terus-menerus sampai benar-benar bisa tertawa
kalau ia ingin tertawa. Demikian pula calon aktor perlu mencoba menangis seolah-
olah dia sedang mengalami hal yang menyedihkan. Demikian pula calon aktor perlu
mencoba seolah-olah sedang marah, putus asa, menyerah, atau yang lain. Dengan
latihan seperti ini, diharapkan kelak dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh
yang sedang bersedih, marah, dan lain-lain.
5. Berdialog
Calon aktor mencoba berdialog. Mula-mula, dialognya bebas tanpa naskah,
seolah-olah sedang memerankan tokoh tertentu dalam drama. Nah, kalau sudah
lancar, calon aktor mencoba berdialog dengan membaca naskah. Naskah drama
harus dibaca berulang-ulang silih berganti dengan lawan mainnya. Kemudian, naskah
itu dihafalkan.
Bila sudah hafal, mencoba mempraktikkan berdialog tanpa naskah. Pada
awalnya, dialog itu diperagakan tanpa gerakan. Setelah lancar, baru disertai gerakan-
gerakan, ekspresi wajah, dan anggota tubuh. Hasilnya didiskusikan, mana yang
sudah baik dan mana yang perlu diperbaiki.
6. Gerak Kerja Panggung
Gerak kerja panggung ini harus dipelajari dan dilatih berulang-ulang. Misalnya,
makan dengan tangan (tanpa sendok dan garpu) sambil duduk bersila dan mengobrol
santai, makan dengan garpu dan pisau, minum langsung dari botol, dan lain-lain.
Calon aktor juga harus berlatih berjalan terpincang-pincang karena kakinya sakit,
berjalan terhuyung-huyung karena mabuk, berjalan mengendap-endap karena takut
ketahuan, dan lain-lain.
Latihan seperti ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh supaya calon aktor
dapat melakukannya dengan sempurna seperti yang dikehendaki naskah. Sebab,
kalau sudah dipraktikkan di panggung tidak dapat diulang atau diperbaiki.

7. Bermain Drama
Calon aktor mencoba bermain drama. Naskah yang dimainkan tentu dipilih
naskah yang sederhana dan tidak panjang. Calon aktor menghafalkan dialog tokoh
yang diperankan dan membayangkan akting yang akan dilakukannya. Dari mana dia
muncul, bergerak ke mana, dialog apa yang diucapkan, bagaimana mengucapkannya
(pelan atau keras), bagaimana ekspresi wajah, dan gerakan anggota tubuh semua
dibayangkan. Setelah itu, dipraktikkan dalam permainan drama.

Kategori:kata mutiara
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: