Beranda > kata mutiara > Menulis Teks Surat Pembaca

Menulis Teks Surat Pembaca

menggunakan media massa. Apabila kamu membaca surat kabar atau
majalah, di salah satu bagian surat kabar tersebut kamu akan menemukan
rubrik surat pembaca. Surat pembaca ini biasanya berisi keluhan, kritik,
ucapan terima kasih, mencari atau menanyakan informasi tertentu, dan
sebagainya.
Apabila menulis surat pembaca, kamu harus menulis dengan bahasa
yang efektif. Isi harus dapat dipertanggungjawabkan. Data kritik atau
keluhan hendaknya disertai dengan bukti atau alasan yang kuat. Kamu
juga harus mencantumkan identitasmu, yaitu nama terang dan alamat.
Biasanya untuk hal-hal yang rawan konflik, redaksi majalah, dan surat kabar
yang memuat surat pembaca tersebut akan menyembunyikan alamat
pengirim. Pihak yang bersangkutan harus menghubungi redaksi terlebih
dahulu. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan.
Perhatikan contoh surat pembaca berikut!
Penokohan dalam novel merupakan penggambaran watak tokoh dalam
novel. Penokohan tersebut merupakan salah satu unsur instriksik yang

Contoh 1
PELAYANAN BURUK DI KANTOR PAJAK
Banyak tulisan atau iklan di tempat keramaian umum, seperti stasiun kereta api, terminal bus,dan bandara serta billboard besar di tepi jalan raya agar masyarakat sadar membayar pajak.Sangat disayangkan imbauan itu tidak diikuti pelayanan yang baik oleh semua pegawai kantor pajak.Saya mengunjungi lima tempat pelayanan terpadu kantor pajak, yaitu 2 kantor di Jakarta Barat,2 di Jakarta Selatan dan 1 di Tangerang. Saya menjumpai beberapa pelayanan buruk di gerai

(kounter) pelayanan yang tidak jauh berbeda. Sebagian besar petugas melayani tanpa senyum,
tanpa mengucapkan terima kasih, tidak ramah, ada yang pada jam pelayanan terlihat memakai
sandal jepit di sekitar gerai (kounter), toilet kotor, dan pelayanan lambat. Saat masuk ke suatu
ruangan di lantai atas, saya melihat ada pegawai yang sedang baca koran, ngobrol, dan suasana
kerja santai sekali, padahal masih jam kerja.
Sementara itu, untuk ganti nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) waktunya lama, paling
cepat satu bulan. Petugas yang melayani pun belum datang meski sudah jam kerja. Ketika waktu
istirahat, petugas tidak bergiliran. Akibatnya, kantor sudah tutup, wajib pajak masih antre. Begitu
pula dengan tempat parkir. Paling depan/paling nyaman untuk kepala kantor atau pegawai pajak.
Adapun wajib pajak sebaliknya.
Mesin Q untuk antre ada, tetapi tidak difungsikan sehingga tidak ada kenyamanan, apalagi
pelayanan memuaskan. Padahal, kunjungan wajib pajak untuk menunjang pemasukan negara.
Saya merasa visi/moto Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang tertulis mencolok di Kantor
Pelayanan Pajak Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat Dua: “Menjadi Model Pelayanan Masyarakat
yang Menyelenggarakan Sistem dan Manajemen Perpajakan Kelas Dunia. Yang Dipercaya dan
Dibanggakan Masyarakat,” masih terbatas slogan.
Diharapkan, Direktur Jendral Pajak melakukan kunjungan secara rahasia mendadak ke kantor-
kantor pelayanan pajak sehingga dapat mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan oleh
bawahannya. Jangankan bertemu dengan kepala kantor, ingin memberi masukan tentang PBB
saja bukan main sulitnya, hanya cukup dilayani Kepala Seksi Eselon IV, seperti yang saya alami di
Kantor Pelayanan Pajak Kanwil DJP Jakarta Selatan II di Jalan KH. A. Dahlan.
Adji Bintarto,Komplek DPR RI II C 25, Meruya Selatan Jakarta.
Sumber: Kompas, 12 September 2007.

Kategori:kata mutiara
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: